the office
weekend kemaren kayaknya parah banget, bangun pagi jalan ke tempat makan, wtf! buka cuma sampe 9 pagi, laper2 inget ada vending machine di kampus.bawa laptop sekalian, mumpung badai gini cuma orang gila kelaperan yang mau dateng kesono.
nyampe.. bukan laptop, as usual test speed dulu,ini ibaratnya test aer dulu sebelum lu terjun ke kolam, huhuhu, liat result ah cupu, cuma 50 mbps ( hehehehehe) langsung sedot serial.. ga ada yang baru jadi the office aja yg jadi korban. diunduh kontan 5 season.
nonton ginian seru juga, tapi agak2 depresing aneh gitu, lu pengen ketawa tapi lu ga tega buat ketawa. apalagi cara ambil kameranya ala reality show, paling seru pas ada yang berbuat rasis( ini sering bgt) terus pegawai ngeliat ke kamera, berharap itu ga direkam haha.
btw kit kat ternyata cukup buat hidup 2 hari ( waiting for cancer in my sixties haha).
weleh
sang prabu manggut sama tengkulak
bandit pengen jadi prabu
para brahmana jual kursi padepokan
ksatria berubah jadi maling
hmm.. udah bosen liat/denger/baca dagelan
birokrat
dari semua hal didunia ini, saya paling benci dengan dua hal: sales yang ga ngerti produk yg dijual dan segala jenis birokrat. tapi kalo mau di disorting pake metode apapun, saya paling benci dengan birokrat. jangan sampe deh kalo udah tua terus anak gw nyamperin gw “pi, gw pengen jadi birokrat”. bah!, mendingan daftar laskar jihad aja gw sekalian.
yang paling menyebalkan itu birokrat selalu berlindung dialasan-alasan absurd, tidak pernah berani untuk berkonfrontasi secara langsung, “it’s the new rule”, bah rule emak lu peyang, dua minggu yang lalu lu ga pernah bilang begitu.
nambah2 aturan lagi, gw doain mandul tujuh turunan. inget! 7 turunan.
the great depression?
Keadaan sekarang konon sering dihubungkan dengan jaman-jaman tahun 30-an, bahasa kerennya the great depression, karena tentu saja saya belum lahir pada masa itu, jadi cuma tau dari pilem-pilem. terutamanya pilem siapa itu yang russel crowe jadi petinju cuma buat beli makanan buat keluarganya. dipikir-pikir apa segitunya great depession? ga tau juga, tapi menurut temen udah banyak orang yang bunuh diri gara-gara ni krisis. yang paling hangat tentu saja bunuh dirinya milyuner jerman Aldof Merckle. inget-inget ni nama kayaknya gw nemuin ni nama di remote tv aku dirumah, hehe sori om, I won the door prize fair and square.
Anyhow, about this great depression, jadi inget dulu pernah ikutan kuliah bener-bener ga penting, seperti temen-temen yang lain pada umumnya, aku ambil kuliah di sastra buat beberapa maksud dan tujuan diantaranya cuci mata dan melihat seorang profesor senior ngomong ga pantas di kelas. hari pertama .. beliau duduk di meja, terus bilang “presiden kalian itu emang goblok! pelindung maling dan pembunuh massal!” dan lalu dilanjutkan dengan kata-kata makian yang lain. kita semua cuma bisa tertawa, tapi beberapa orang menganggap ini serius abis dan kabur tak pernah kembali. waktu memang lagi hangat2nya soal masalah lapindo. beliau ini penuh dengan teori-teori yang mungkin cuma Soekarno yang bisa mendebat dengan pantas dan selevel kata-kata kebinalannya.
Di lain waktu beliau pernah menjelaskan imperialisme modern dan pertarungan antar ras terutama kenapa nuklir adalah hal yang strategis di percaturan dunia. tiba-tiba tunjuk wanita didepan kelas( berjilbab), terus tunjuk cowo satu didepan kelas, “menurut kamu cewe ini cantik?”,” cantik pak” kata si cowo, ” kamu mau ngent**( tanpa sensor!) dengan ni cewe?”, wah gile bener ni dosen, si cowo seperti anak sastra lainnya tentu diplomatis jawab ginian, “kalau sesuai syariat iya pak”, “nah kamu udah pendekatan, kasih hadiah, sowan kerumah orang tua, tiba-tiba ( sambil tunjuk 5 cowo lagi ) ngegilir ni wanita kamu yang terakhir, gimana?”, wow speechless, yang cewe langsung cabut keluar ruangan. terus dikatain mental tempe.
Dari semua teori yang agak-agak absurd, ada satu yang aku inget bener, dia bilang ” perang dunia II engga pernah soal jepang, jerman yang mencoba menguasai dunia, ini semua lebih condong gimana mengeluarkan dunia dari great depression pada masa itu”. ditambah dengan teori kalau seorang manusia nyawanya terancam, dia akan melakukan seala sesuatu tanpa berpikir untung rugi kembali. semua bergerak kembali dan menciptakan keharmonisan baru. pabrik-pabrik semua berkerja dengan kapasitas penuh untuk menunjang perang, industri otomotif bergerak menghasilkan mobil2 untuk perang, industri baja memperkerjakan sebanyak mungkin orang untuk menambang, semua ini bekerja dengan upah yang bisa dibilang tidak masuk akal dengan hitungan jaman sekarang. setelah keharmonisan baru tercipta.. perang di hentikan dan semua industri bergerak secara mandiri kembali pada masa sebelum perang.
well.. seperti pada umumnya menarik untuk disimak selanjutnya untuk orang luar, dan sangat-sangat mengerikan untuk orang2 yang terjun di didalemnya. gut luck buat temen2 di yg ada hubungannya dengan perbankan, sekuritas etc. inget aja disaat2 kesempitan Tuhan selalu memberi jalan yang luas untuk orang-orang yang mau berpikir dan bersyukur.
ganbatte
jalan kaki
berhubung mobilitas yang akhir-akhir ini harus nongol disini, terus disitu terus kemana lagi gitu, gw akhirnya lebih sering jalan kaki daripada naik kendaraan. somehow yah jalan itu malah lebih cepet daripada lu naik kendaraan even such thing like busway.
Contoh deh, dari tempat X ke semanggi.. sekitar 20 menit jalan kaki, kalo naik umum.. macet n bau, naik busway ngantrinya itu loh. mendingan jalan kaki, cape? menurut gw masih capean naik halte busway yang nanjak jauh, belum lagi harus bawa2 barang cukup berat.
tapi homehow yah, jakarta itu kejam dengan para pejalan kaki. misalnya kemaren, pas lagi jalan.. jalanan becek gila tapi mobil tetep dengan santainya jalan tanpa merhatiin kalo lu lagi nyipratin pejalan kaki. terus motor yang sering naik jembatan penyebrangan buat muter. belom palakan-palakan dari anak2 abg tanggung. mantep dah.
mau gimana pun, lu bisa ngeliat wajah munafik jakarta dari deket. gedung tinggi dengan perumahan kumuh dibelakangnya, bos-bos necis dengan mobil jaguar yang bayar supirnya dibawah umr, sampe salam tempel polisi/dephub dengan para supir.
tragis, tapi ini jakarta men.
stuck
hmm.. harus tetep dijakarta sampe pertengahan Januari.
a quote
Why so serious?
“I think that it’s extraordinarily important that we in computer science keep fun in computing. When it started out, it was an awful lot of fun. Of course, the paying customers got shafted every now and then, and after a while we began to take their complaints seriously. We began to feel as if we really were responsible for the successful, error-free perfect use of these machines. I don’t think we are. I think we’re responsible for stretching them, setting them off in new directions, and keeping fun in the house. I hope the field of computer science never loses its sense of fun. Above all, I hope we don’t become missionaries. Don’t feel as if you’re Bible salesmen. The world has too many of those already. What you know about computing other people will learn. Don’t feel as if the key to successful computing is only in your hands. What’s in your hands, I think and hope, is intelligence: the ability to see the machine as more than when you were first led up to it, that you can make it more.”
Alan J. Perlis (April 1, 1922-February 7, 1990)