pecking order

saya percaya dengan demokrasi. Suara terbanyak menang. Tapi saya lebih percaya dengan ide terbaik harus lah. gimana caranya tau ide terbaik? dengan test yang menyeluruh dan mengetahui semua kemungkinan yang akan terjadi jikalau kita memutuskan untuk pergi dengan experimen nomer 1,2,3.

Dan .. itu engga mungkin. jadi yang mungkin apa? ide yang bisa diterima oleh orang banyak. jadi masalah bukan dengan ide terbaik, tapi ide siapa yang bakalan kita pilih.

sekarang masalah bergeser dengan .. siapa yang kita pilih? disini pecking order mulai digunakan.misal kita pilih dengan:
– yg gaji paling gede?
– yg lebih punya pengetahuan mendalam?
– yang teriak paling kenceng?

setelah pilih urutan mana yang dipakai, masalah akan mulai muncul dengan ide-idenya. Umpama:
– yg gaji paling gede mungkin sudah capai dengan kerjaan yang dia punya sekarang, malas lah keluarin ide
– yang paling ahli, takut kalau idenya dieksekusi tapi otoritas tidak cukup. males lah keluarin ide.
– yg paling teriak kenceng tentu ga masalah dengan idenya. pertama .. dia bukan top bras jadi kalau ada apa2, ga bakalan kena ketok. kedua dia bukan ahlinya juga, kalau gagal .. kenapa ahli ga komentar.

serasa hidup di hutan yah?

Leave a comment