Junior oh Junior

Junior yg overclaim emang kampret banget dah. Kerjaan 30+ diakui sendiri, mana kerjanya dulu sampingan pinggir2 mepet ke comberan, di klaim itu jalan tol. pusing baca2 yang beginian.

Buat orang awam wah kali ya, apalagi netizen dan head hunter. buat yg tua2 dan veteran cuma bisa mengerinyit dahi, ini ga mungkin, lu bilang joko tingkir mungkin. seperti di filem2 heker aja.

Kritik gw cuma satu, stop overclaim. coba jujur dengan skill diri sendiri. Project dan klien bakalan dateng dengan sendirinya seiiring dengan skill. Kalau profil saja sudah tipu2, project recehan nanti yg dateng, yg gede2 biasanya kirim feeler dulu buat project.

Just be honest with yourself. Kalau pakai tools orang bilang gw pake tools ini, kalau reuse code diluar sana bilang juga, sama bilang kalau project gede, kerjaan lu bagian mana.

on Puasa

Suprisingly enough, this ramadhan season is different for me. I found … again … my spirituality perhaps. The magic is totally on for me. Quite enjoying the sahur and breakfast time, less talk honest with several people haha.

The why, don’t know. old age perhaps? Or because I saw lots of death for the last 2 years?.

tech stack

Tech stack saya suka2, tergantung mood dan kebutuhan. tapi dari sepanjang karir selama ini ada berapa yang saya hindari misalkan:

  • Ruby on rails: great language, great library. sayang usernya banyak toxic, minimal to none technical knowledge end up drinking from gem waterhose.
  • Oracle related: sorry, males untuk going deep buat apa2 yang dikeluarin sama ni kompeni.
  • Apple dan para turunannya: sialnya kompeni laptop d kasih beginian. Gw dulu pengumpul mac/iphone/ipad sayang .. di indo punya beginian bukan buat fungsionalitas tapi lebih ke sosial status.

sisa dari itu, kayaknya gw open buat apa aja. sekarang lagi seneng liatin internal db sama bikin db kecil2an.

Saya benci orang bodoh

Saya bisa tahan lapar, kerja di atas 18 jam, mengerjakan hal paling membosankan bahkan diskusi ngalor ngidul untuk suatu topik yg absurd. Tapi … entah sejak kapan, saya kesal dengan orang bodoh.

Karir dan profesi saya mencoba untuk menjauh dari orang2 seperti ini. Saya memutuskan berkarir dibidang yang seharusnya memiliki kemampuan nalar dan bermatematika diatas rata2. Tujuan hanya satu, saya bisa hidup nyaman tanpa ketemu orang2 bodoh ini.

Sayang seribu sayang, profesi saya sekarang diminati bayak kalangan. Bukan karena tantangan intelektual ,yang ada semua karena uang. Uang yg dihasilkan di profesinya cukup melejit dekade saat ini. Alhasil mulai lah bermunculan kampus yg bisa semua orang masuk, cap ijasah dan tentu saja fast track dengan bootcamp.

Kalau lah orang2 ini mencoba untuk memahami ptofesinya dan coba berkontribusi untuk perusahaan, saya tidak akan ada masalah. Hanya saja akhir2 ini banyak sekali jargon dan omong kosong untuk biar terlihat aktif dikantor.

Emosi saya tidak stabil ketika melihat arsitektur yang melanggar pattern, bloated apps with gem this and that, dan project open source yang di exploitasi demi terlihat ciamik di cv.

Mungkin sudah saatnya untuk tidak peduli dan menutup mata?

ganti internet

Sejak pindah 7 tahun lalu, dari awal gw pake internet provider tertentu. Biar gw ga kena UU ITE whatsover kita singkat sajalah nama provider saya, secara random gw bilang aja internet provider gw merek FM. selama 6 tahun pertama pake ni FM engga ada masalah berarti, mati 1-2 jam itu udah biasa, kalau mati lebih dari 3 jam telepon ke CS nanti ada teknisi yang dateng untuk cek jaringan.

Ketika pandemi datang dan kerja mulai WFH, timbul kekhawatiran bakalan bermasalah ini internet. pertama karena tentu beban pengguna bertambah dan kedua saya agak khawatir bandwith di indonesia tidak lah cukup melayani permintaan sebanyak itu. ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti, internet cukup stabil dengan sedikit pengurangan kecepatan, tapi secara umum kita tidak punya masalah.

Memasuki tahun 2021, mulai rada2 aneh. mati setengah hari tidak ada kabar sama sekali, mati 2-3 hari itu sudah biasa sekali, tiap kali komplain selalu diberikan kata2 akan diselesaikan secepatnya. terakhir minggu ini, gila seminggu penuh mati dan sepertinya tidak ada niat untuk perbaikan sama sekali. Lebih gawat lagi status diubah online, walaupun satu komplek mati total.

So jadi good bye lah FM. gw dah jadi pelanggan FM kira2 17 tahun ada, pas tinggal sendiri punya internet sendiri, kira2 7 tahun. Sedih tentu, banyak kenangan dengan provider ini, pertama kali bisa apt get, pertama kali coba2 bikin server movie streaming, dulu pun beralih dari HDD ke SSD karena kepikiran, ngapain gw simpen data gede2 di HD, toh gw tinggal ambil aja dari drive nanti.

Paket yg dirumah tetep gw pertahanin, cuma sekali lagi bermasalah ya wassalam juga, ada banyak kandidat yang mudah2an lebih niat untuk punya bisnis.

I am learning engine for hire

Just realize that my skill or tech stack is really depends on employer. In the past I am not really consious about that, but hell.. some tech lately is kinda little bit hellish and evil. I want to have a time for independent time for reading and experimentation, the timeline right now seems not really friendly.

Should I just cave in? in already years since I do the reboot.

On learning kubernetes

Sekarang trends-nya bikin apps kecil2, terus si kecil apps ini salaing komunikasi, jangan lupa apps kecil ini juga bisa replicate jikalau request dateng menggila.

Awalnya gw go with something like app engine or cloud function or lambda, cuma lama-lama banyak banget syarat dan ketentuan, harus begini begitu dan terlalu banyak magic dibelakang. So … kepikiran cari yang lebih generic dan bisa di deploy di mana saja.

Why kube? karena servicenya ada di mana2, selain itu .. kayaknya engga, ini tools yang avaliable aja saat ini.

Kube in one paragraf? kube itu hotel buat apps yang lu buat. kalau dulu misal ada apps baru, pasang server dulu, ribut2 sama IT buat routing terus deploy apps. Kalau kube? tinggal bilang gw punya apps, perlu komputer dengan spek begini dan ada beberapa apps yang mirip, boleh minta tolong cariin kamar yg cocok buat apps2 ini?.

Tarik ke arah technical dikit:
hotel / management / resepsionis -> kubernetes
kamar -> pods
pelayanan -> scheduler

begitu saja.

Bootcamp makin kek tai

The title show it all!!. Emosi gw sama bootcamp makin menggila dimasa pandemi ini, makin manis aja janji surga para bootcamp, gaji X, posisi Y.. tau-taunya dibelakang begging2 supaya alumni bootcamp dikasih kesempatan minimal magang, abis dikasih magang, tau2 logo kompeni lu di pajang sebagai empolyer alumni bootcamp. padahal mah yang masuk meh.

Sadar lah gw semua orang perlu makan, anak2 bootcamp ini udah bayar mahal buat ikutan bootcamp, masa invesment engga balik modal? sebenarnya ok sih yah, cuma bootcamp udah kena racun dunia yang mananya marketing, yang penting orang tertarik dulu buat join, kualitas dan kuantitas dan legalitas itu urusan belakangan.

Masa pendemi gw pikir bootcamp bakalan mati kayak balap motor illegal atau tawuran, tau-taunya makin menggila coy, plus ada beberapa pemain baru, just bunch of useless person they called themselves as startup employee, buka harga lebih murah dikit dari bootcamp tapi tetep satu jiwa: nyekek.

I am really considering roll my sleeve and start teaching again. this time is for free.