on being consistent

Kinda tough to be consistent lately. Days passed without you even noticing. Here are the things I tried to be consistent during WFH time:

  • sports: Forget it
  • Open Source stuff: still in phase learning on how people doing it, submit some PR rejected.
  • Games: still the only thing consistent.
  • Not watching news: Still watching it subconsciously.
  • Writing: yeah right.

any missing point?

On things that changes

Seems this will be the new normal. Something needs to be change then..

on communicating
Somehow I tends to see people face to face when discussing stuff. With my family as well. If I want to talk or say congratulations probably I decided to see in face. Send message only for asking if it is ok to come or not. But things has been changed. It’s quite dangerous to see my family right now because one most of the are medical practitioner and I don’t know who or what will infecting us. So it has to change, starting to write text ore often.

on Working
I tend to block my time. one block for meeting one block for coaching one block to tackle stuff on my own. But seems this has to be stop. I keep my communication channel all the time, with delay of 30 minutes for lunch. At first it is totally sucks!!, I can not focus at all, things dangling this and that but I can manage hopefully.

on Training
Can not go to the gym anymore, need to find a way to keep fit. shadow boxing is the way. Thanks to switch !!.

on family
Now it’s dining comes to us with package, and we try to serve it as best as we could. We buy coffee in litre too.

hey it’s temporary
No it is not, things never been the same anymore, just like when after world war II finish, everybody knows that family royalty needs out of the way. without the fork please.

on upgrade your ubuntu

  1. Create a backup of your server or vm.
  2. Upgrade all installed packages of Ubuntu version 18.04 by running sudo apt update && sudo apt upgrade command.
  3. Reboot the Ubuntu Linux system by tying the sudo reboot command
  4. Install the Ubuntu update tool, run: sudo apt install update-manager-core
  5. Start the upgrade procdure, run: sudo do-release-upgrade
  6. Reboot the box, run: sudo reboot
  7. Verify upgrades

on personal fitness

for the last eight years I spent tons of money to the gym I never/ seldom goes to. I do not know exactly why I dont go to that place, position.. it is near my house, facilities .. nice yah, not so many ‘sotoy’ or ‘bulky’ guy goes there too.

Think again.. it is the boredom I got from that place. An hour running or swimming, then weight lifting.. oh .. what a brain dead exercises. You know other things brain dead stuff to do? go to the religious meet up, hear some illogical stories from an old book. Man..

Somehow, I need to do some stuff:

  1. Cardio stuff
  2. HIIT stuff

weight.. not so much, already strong.. haha, I thought I am gonna throw some dough to fitness game, boxing seems fun, or that switch ring stuff.

tada…

The end is near …

Beberapa hari terakhir, gw ngobrol banyak sama temen2 di dunia startup, satu hal yang dibicarakan utamanya adalah soal gaji. Yang .. makin hari makin gila. Gila aja bayar freshgraduate setinggi itu.

Tapi temen satu bilang, kalo engga di snap dari sekarang, harganya bakalan lebih naik lagi setahun dua tahun kedepan. Yang udah senior.. harganya juga makin ga make sense juga.

Waktu gw sma, gw dikasih tugas buat nulis something tentang ekonomi. Untung waktu itu gw punya narasumber lumayan, jadi tinggal ambil fakta2 dan tulis kata bersambung diantara fakta itu.

Menurut gw yang bocah umaur 14 tahun, alesan krisis ekonomi adalah peraturan pemerintah yang membuat batas untuk membuat bank jadi mudah. Mulailah bank dengan nama2 ajaib bermunculan dan kebanyakan punya afiliasi dengan konglomerasi besar.

Terlihat ok dong.. butuh modal tinggal akses bank internal ga ada fee2 dan ga ada birokrasi yang panjang.

Sialnya.. bank ini di kelola sama orang2 ga kompeten. Misalnya lulusan kampus yang ga ada hubungannya dengan keuangan atau matematika tapi tinggal di training beberapa bulan terus jadi kepala cabang bank x.

Ketidak kompetennya berlanjut si sisi training, ada standard tes yang harus dilewati, tapi ada yang bisnis rumus cepat dan kenal orang dalem.

Cukup dalam 10 tahun, utang bank2 ini meningkat dengan asset yang jauh lebih rendah dari utang. Sistem gali lubang tutup lubang dilakukan untuk tetep berjalan.

Terus krisis ekonomi, mulai dari korea selatan terus berimbas ke indo. Udah utang gede, ga punya asset terus bayar pake apa?

Rampok BI rame-rame. Bayar utang dengan bunga rendah dari BI dan tutup banknya. Yang masih ga mampu dimerger atau dimasukan ke kesehatan perbankan.

Dunia startup sepertinya dah sama, dimulai dari duit tanpa seri , pengen growth gede jadi beli pemaen instan. Curi coder dari tim lawan, pas coder yang dicuri udah abis, coba mulai dari kampus dan kita punya masalah gaji yang makin ga make sense. Se engga make sense pendapatan 60 M setahun bayar gaji dan operasional 90M sebulan.

Belum lagi gambling beli coder muda engga sukses, udah gaji gede, ga produktif.. harusnya diapain? Pecat ? Uang pesangon kegedean, yuk masukin aja di project management. Ketidak kompetenan terjadi di produk juga, requirement ga jelas, kadang2 ga ada requirement, produk asal jadi berakhir dengan engga laku.

Startup terpaksa gulung tiker atau dicaplok sama pemegang pasar. Hiring freeze, karena kita dah punya kebanyakan engineer dan produk ga bermutu.

Yang senior dan para fantasista? Memutuskan untuk hijrah ke negara seberang. Startup mulailah cara2 ga enak untuk mengusir karyawan, mulai dari absen ketat sampai project di tutup-buka berkali kali.

Investor mau masuk startup ngeri, duit entry fee gede banget, tingkat pengembalian ga jelas.

So tinggal tunggu waktu sampai investor tarik duit, senior engineer cabut ke negara tetangga dan meninggalkan kumpulan orang ga jelas.

Dan bubble itu pun pecah. Meninggalkan fakta kalau kapabilitas teknologi negara ini rendah, ditutupi bedak software as service yang ada di luar sana. Tinggal tunggu waktu semua orang pakai bedak yang sama, and where is your strategic advantage?

We are just jumping from one incompetencies to another.