Koper lumut hijau

Simple aja, koper sedang berwarna lumut hijau, udah penyok disana sini, penuh dengan coretan kapur di depan dan samping (hehehe) ada bekas noda sambel di dalem.

akhir-akhir ini gw harus mulai siap-siap lagi buat keluyuran engga penting, mulai dari acara kantor sampe acara personal, obok-obok tempat koper dirumah dan dimanakah koper keramat itu?

engga ada yang spesial dari koper itu, bareng sama gw udah 3-4 tahun belakangan, tapi.. jadi teringat masa-masa genting di hidup gw, dan cuma koper yang setia menemani. wkwkwk.

jadi gini ceritanya.. waktu itu gw sedang galau untuk kerja dimana, ada dua kompeni gede yang offer position, satu di Hannover satu lagi di Erlangen, sebagai murid teladan.. (eh?) Prof gw bilang untuk berpikir jernih dan ambil kesempatan yang paling baik.

berhubung saya tinggal di tengah hutan dan tanpa sanak saudara dan kalau keluar itu jauh kemana-mana, saya tetap menginap di asrama. sial.. oh sial.. asrama engga bisa di perpanjang, dan jadilah gw gelandangan intelektual.

mulai packing semua hal yang berharga ( mostly just books really) ke koper itu, tinggalin di perpustakaan kampus, dan saya menginap nebeng ke rumah teman, lebih tepatnya kamar yang disewa oleh negara asal si empunya,

process yang dilakukan adalah sebagai berikut.. bangun jam 5, mandi, terus langsung ke stasiun, pergi kekota hannover, interview dan nego dan cari apartemen baru.. balik jam 1-2 pagi, tidur. do the sama thing again tommorow.

tiap malem, kasak kusuk ke perpus, ambil barang2 yang gw butuhin. pernah satu dua kali temen gw lagi indehoi sama pacarnya.. apes lah harus cari penginapan atau tidur aja di stasiun sekalian.

naro barang pribadi di perpus juga masalah besar, seharusnya sih ga boleh, tapi.. penjaga perpus sepertinya kasihan lihat setan perpus macem gw, buat engga ketauan sama kepala perpus, beliau naruh koper itu di lemari janitor, kalau udah sore baru di keluarin lagi. sebuah proses yang baru gw ketahui pas gw berkunjung kembali beberapa lama kemudian.

so eniway.. decided a place, dan stabil lagi dalam 3 minggu. tinggal apartemen cupu yang mahal abis tapi menghadap ke kastil. err.. so much for a guy who never give a damm for a view.

as a reward.. kemana aja gw jalan gw bawa tu koper bersama gw. sebenarnya ada sih gw tas ransel gede, tapi.. dengan koper tua itu.. gw merasa safe and protected.

cerita kebelakang lagi.. ternyata dulu bokap beli ini pas pertama kali penugasan ke luar negeri, beli.. dengan kredit 3 bulan lamanya, tiap kali sebelum jalan selalu dibacain doa semoga selamat dan selalu ada perlindungan. sepertinya gw dikasih koper ini biar gw selamat juga.

dan.. sekarang dia engga sama gw lagi, mungkin engga bakalan ketemu lagi. tapi siapapun yang pegang koper itu, gw harap mendapat ketenangan batin yang gw dapet pada masa-masa itu.

sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s