on home

gw udah engga nyaman kalau pulang kerumah. frekuensi pulang juga makin hari makin jarang. antara business trip or just have another things in the weekend. mungkin perlu adapting dengan rumus dimana bumi dipijak disitu rumah gw dan langit adalah atap.

dimulai dengan frekuensi pertemuan sosial yang makin sering.. wtf ada tamu 3 kali dalam satu hari.. running errands yang seharusnya bisa dilakukan oleh supir atau tukang sampai orang2 engga jelas yang menganggap barang2 di kamar gw itu boleh diambil dengan leluasa.

antara rumah telah bukan menjadi rumah atau gw yang berubah? sepertinya rumah yah.. gw selalu berpikir rumah itu like my fortress of solitude, tempat yang gw bisa masa bodo dengan sekitar, step back a while , and start to introspect or working on my personal project. but hey .. now I feel threaten when I coming home.

or home is not a place anymore but a person?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s