Reading The Luck Factor by Max Gunther

I gave both lucky and unlucky people a newspaper, and asked them to look through it and tell me how many photographs were inside. On average, the unlucky people took about two minutes to count the photographs, whereas the lucky people took just seconds. Why? Because the second page of the newspaper contained the message: “Stop counting. There are 43 photographs in this newspaper.” This message took up half of the page and was written in type that was more than 2in high. It was staring everyone straight in the face, but the unlucky people tended to miss it and the lucky people tended to spot it.”

–Richard Wiseman

Reading The Luck Factor by Max Gunther

View on Path

on inception

sejak beberapa minggu lalu, tiba2 di invite di group whatsapp. yang menarik.. ini group kantor lama. wow.. 10 years ago bo. ngobrol ngalor ngidul sana sini, yang dulu suka foto rokok djisamsoe dengan koran terbaru di hotel ehem.. sekarang udah jadi pak haji. haha. bisnis sampingan beberapa teman udah jadi serius dan gosh.. lots of things happen yah sejak gw keluar dari kantor yg ini.

satu hal yang gw sadar, kantor pertama lu bakalan nge inception.. maksudnya apa yang terjadi disana .. itu bakalan nempel seumur hidup. my leadership style and how I manage project .. mostly hasil dari melihat 2 bos gw itu. “jangkrik bos”.. dan “gang senggol nih” haha. gw bersukur tempat yg melatih awal gw friendly, respect, and humble. gw harap orang2 yang new recruit yang memutuskan under gw juga bisa belajar yang sama.

gw rada khawatir dengan orang yang karir awalnya kacau, berantem lah, terus resign kabur2an. mudah2an engga di bawa ke kantor2 selanjutnya. gw ada temen kayak gitu.. sekarang tiap hari nge like jobs mulu. memalukan. padahal umur udah tua juga.

 

 

On talking much

gw bukan tipikal orang yang banyak ngomong, minim malah, beberapa orang melihat gw lebih expresif dalam tulisan daripada lisan. ada beberapa hal yang gw kira membuat gw lebih prefer nulis daripada ngomong:

  1. bisa di bulletproof : gw bisa baca again and again, make sure maksud gw nyampe
  2. bisa ada proof: kalo ada perdebatan, kan bisa bilang, udah gw bilang di email juga kan ni bos
  3. emotion stable: kadang2 kalo ngomong pas lagi emosi, hasilnya kacau, gw selalu make sure gw tenang sebelum send.

things happen with my big bos, salah ngomong sedikit dan membuat orang rada males terus decide buat cari nafkah di tempat lain aja. tragis.