Saya benci orang bodoh

Saya bisa tahan lapar, kerja di atas 18 jam, mengerjakan hal paling membosankan bahkan diskusi ngalor ngidul untuk suatu topik yg absurd. Tapi … entah sejak kapan, saya kesal dengan orang bodoh.

Karir dan profesi saya mencoba untuk menjauh dari orang2 seperti ini. Saya memutuskan berkarir dibidang yang seharusnya memiliki kemampuan nalar dan bermatematika diatas rata2. Tujuan hanya satu, saya bisa hidup nyaman tanpa ketemu orang2 bodoh ini.

Sayang seribu sayang, profesi saya sekarang diminati bayak kalangan. Bukan karena tantangan intelektual ,yang ada semua karena uang. Uang yg dihasilkan di profesinya cukup melejit dekade saat ini. Alhasil mulai lah bermunculan kampus yg bisa semua orang masuk, cap ijasah dan tentu saja fast track dengan bootcamp.

Kalau lah orang2 ini mencoba untuk memahami ptofesinya dan coba berkontribusi untuk perusahaan, saya tidak akan ada masalah. Hanya saja akhir2 ini banyak sekali jargon dan omong kosong untuk biar terlihat aktif dikantor.

Emosi saya tidak stabil ketika melihat arsitektur yang melanggar pattern, bloated apps with gem this and that, dan project open source yang di exploitasi demi terlihat ciamik di cv.

Mungkin sudah saatnya untuk tidak peduli dan menutup mata?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: