on breach of privacy

kerja di media membuat gw sadar satu hal.. user adalah adalah segalanya. dengan banyak user.. harga iklan naik, pendapatan perusahaan naik juga, untuk bisa tau apa yang user mau, kita pasang analytics di mana.. buka ini dan itu dan kita bisa tahu behaviour pengguna.

tapi dari semua ke-kepo-an itu.. ada satu hal yang menarik.. kita engga pernah ambil hal2 yang privat buat user.. seperti.. lu lagi nonton video apa sih sekarang?, lu komen apa sih sekarang?.. nope nope nope. kita masih menghargai dan akan terus menghargai privasi seseorang.  kalo gw sih yah.. apa yang gw tulis di net.. ya udah .. itu udah jadi milik internet, mau orang bacanya dari googling, atau sampe coba ngehack account gw.. monggo2 aja.

but most people take it seriously, seperti ada seorang pejabat yang memposting idenya di lingkup kecil tapi ternyata malah nyebar.. beh jadi masalah serius di ranah publik. dan sepertinya di indo sampah2 manusia rajin kepo banyak sekali. get a life!!, kalau aja lu belajar dengan waktu yg dipake buat kepo, mungkin engga bakalan lulus pas2an. mungkin..

on leadership again

awalnya gw pikir semua orang bisa lah nge-lead, apa susahnya coba, tinggal tau bos mau nya apa, kita bikin timeline, terus cek apa ini masuk akal apa engga. terus execute dan teckle kalo ada masalah di mana gitu.

ternyata engga semudah itu juga, at least itu yang gw liat ini kompeni gw sekarang, karena kompeni baru, terpaksa naikin orang2 yang udah lama join.. dan chaos. new people engga di manage dengan baik, orang yang lama juga seperti bocah yang sibuk dengan mainannya masing2.

pikir2 lagi, leading is not about you gave order, and make sure everbody follow, more like on how you achieve something with less effort and in the mean time make sure everyone is happy. more like a hack in psychology kali yah.

and this is my rant. hahahahaha

on social hearing

karena kantor baru gw nempel sama pusat perbelanjaan high end ibukota, sering kali ketika nunggu taksi gw mendengar perbincangan2 absurd di kursi tunggu. kenapa gw dengerin?
1. karena saya sedang bosan
2. karena meraka ngomongnya kenceng banget.

berikut hal2 yang gw bilang ajaib:
1. rumah 15 M, ini dibicarakan oleh segerobolan ibu2 sosialita, menunggu mobil jemputan satu per satu atau entah. salah satu ibu itu baru beli rumah 15M ( wtf??) mereka berencana untuk foto di depan rumah terus ganti profil pict di BBM ramai2. sepertinya ada salah satu anggota gang mereka yang “menyebalkan” atau rese atau apalah, pokoknya makanan di hidangkan di garasi depan, biar yang itu engga perlu masuk rumah.

2. next, ini percakapan lebih absurd lagi, ada 2 cewe, satu cewe itu sepertinya sedang galau memilih mau pacaran sama siapa, berikut percakapan yang gw denger:
cewe A: gw bingung banget nih, si C atau D yah..
cewe B: lu harus lihat perasaan lu, suka sama siapa?
cewe A: si C itu baik banget sama gw, tapi si D bawa motor ninja.
cewe B: masa lu mau keliatan naik motor (lupa merek, pokoknya murah lah) sama C
cewe A: aduh bingung banget nih..

njrit lah, gw cabut duluan.

It is not the critic who counts; not the man who points out how the strong man stumbles, or where the doer of deeds could have done them better. The credit belongs to the man who is actually in the arena, whose face is marred by dust and sweat and blood; who strives valiantly; who errs, who comes short again and again, because there is no effort without error and shortcoming; but who does actually strive to do the deeds; who knows great enthusiasms, the great devotions; who spends himself in a worthy cause; who at the best knows in the end the triumph of high achievement, and who at the worst, if he fails, at least fails while daring greatly, so that his place shall never be with those cold and timid souls who neither know victory nor defeat. 

–Rooservelt #pathdaily

View on Path