on korean

seperti orang indo dengan jam karetnya, jerman dengan kraut dan korean dengan ketidakmampuan melakukan planning dan buat milestone.

for god sake dude.. kerja tiap hari sampe jam 1 engga bakalan bikin itu kerjaan selesai. lu udah salah arsitektur dari awal.

on home

gw udah engga nyaman kalau pulang kerumah. frekuensi pulang juga makin hari makin jarang. antara business trip or just have another things in the weekend. mungkin perlu adapting dengan rumus dimana bumi dipijak disitu rumah gw dan langit adalah atap.

dimulai dengan frekuensi pertemuan sosial yang makin sering.. wtf ada tamu 3 kali dalam satu hari.. running errands yang seharusnya bisa dilakukan oleh supir atau tukang sampai orang2 engga jelas yang menganggap barang2 di kamar gw itu boleh diambil dengan leluasa.

antara rumah telah bukan menjadi rumah atau gw yang berubah? sepertinya rumah yah.. gw selalu berpikir rumah itu like my fortress of solitude, tempat yang gw bisa masa bodo dengan sekitar, step back a while , and start to introspect or working on my personal project. but hey .. now I feel threaten when I coming home.

or home is not a place anymore but a person?

On superiority

Cuma bingung.. kenapa orang mencoba untuk terlihat lebih superior dari sekitar. Antara ngomong gw pernah ini itu.. kesini dan kesitu sampai kenal si anu dan si ani.

Kemaren karena saking bosennya.. gw nonton acara national geographics tentang monyet kawin. Monyet melakukan segala cara buat menarik perhatian lawan jenis. Mulai ngajak berantem, pukul2 dada sampai menunjukan punya pisang lebih banyak.

Dengan asumsi evolusi itu adalah benar, bisa engga kita simpulkan kalau bragging etc adalah bentuk warisan primitive dari gen kita yang terkutuk?

on changes

kompeni tempat gw mencari nafkah telah dan sedang berubah drastis, antara hal ini a good thing or bad thins.. we’ll see in the future kali yah.

satu hal yang paling terasa, banyak orang2 sesepuh yang mulai gerah dengan perubahan di kompeni, mulai dari “dulu begini, dulu begitu”,sampai ke “somplak, gw cari sekoci buat aman ah”.. terus keluar dan memutuskan untuk mengembangkan start up sendiri.

hal seperti ini kejadian special kah? oh tidak, menilik pada sejarah kompeni, kita melakukan perubahan gede2an di tahun 91, lalu di 98 lalu di 2008, jadi yah.. udah 3x ada mutilasi besar2an di kompeni. untuk perusahaan segede gaban.. itu major changes big time.

kebet2 buku2 tempo dulu, ternyata perusahaan IT yang lain juga seperti itu, kata kan lah google yang dulu 2 pendirinya is the only phd in the office, sekarang web admin aja sampe phd. terus.. kemana web admin lulusan sma yang dulu itu? entah.  korban dari tsunami VC dan new employee recruitment.

kembali ke kompeni gw, kalo dulu cuma ada 1 phd, which is si bos, which is finance phd, which is engga nyambung, sekarang udah ada 5 phd, 2 klepto dari kampus ternama bandung dan depok, 3 lagi impor dari benua seberang. kerjaan juga sudah mulai berubah,.. dulu itu apps and services, sekarang kita mulai publish2 paper dan ngulik2 library, ngulik dalam arti bukan dipakai, tapi di improve dan di convert ke teknologi mesin yang lain.

dan gw.. saya mencoba tetap relevant. hahaha kalau dulu berantem sama orang korea soal project, sekarang ngurusin academy, which we hired lots of freshgraduates and train them our methodlogy, managing global project, managing local project, oh terus ada standarisasi segala. koplak lah, kok kerjaan makin banyak begini. perlu sekoci?