Bullying

Melihat berita terakhir ini yang itu loh.. Yang anak sekolah elite tawuran pake celurit sampai membunuh sesama pelajar mengingatkan aku pada kejadian sekolah jadi ajang premanisme daripada mendidik.

Jaman2 gw muda dulu (cie..) masih inget ada juga sekolah calon lurah yang justru penganiayaan dilakukan bagian dari institusi, jaman berubah.. Sekolah berubah tapi ternyata penganiayaan juga terus terjadi

Dalam filem2 tentu kita inget kalau ada kaum tertrntu yang cocok pas dan klop buat jadi korban bully, apalagi kalau bukan kaum nerd atau kutu buku yang terus diidentikan dengan orang2 computing elektro atau bidang sains wah lainya

Gw bukan nerd, cuma orang yang hapal semua komik batman, ngerti komputer dari usia dini dan kadang2 ngumpul dengan orang2 tertentu buat membuat sesuatu, yak saudara!, nerd itu complicated.

Tapi.. Kita sampai pada bagian dimana when the bullied becomes the bully, kalau kata homer it’s either you die young as hero or long live to become the villain. Ketika nerd membully itu kejamnya minta ampun saudara saudara

Alkisah di suatu kompeni yg cap beken mencari tukang peras otak, dibuatlah sayembara untuk memperebutkan posisi, penantang datang dan pergi kebanyakan dengan babak belur ditest bertubi2.

Oke lah itu standard banget, cuma kasih contohlah penantang A, dateng jauh2 dari propinsi sebrang dengan cv 15 halaman dan mengklaim master di dunia perperasan otak. Jurus pertama saja sudah keok dengan tidak mampu membedakan instance dan static, tapi.. Pertarungan dilanjutkan dengan memberikan laptop dan disuruh buat program selama 2 jam, 2 jam engga bisa di suruh balik lagi besok dengan task baru, ga bisa juga suruh balik lagi dengan yet another new task.

Oh come on, orang ini udah KO dari ronde satu ini diteruskan sampai ke ronde 12, tiap ronde terus semaput, tapi terus dibabak belurin. Oke lah orang ini menyebalkan tapi … Please have a mercy a little bit.

What is wrong with our head anyway? Gw merasa kultur indo itu masih dalam kultur penindasan, yang kuat nindas yang lemah, yang kaya nindas yang miskin yang pinter nindas yang bodoh. Dan kadang2 melihat orang lemah sedikit kita mempermainkan sedemikian rupa untuk kesenangan kita. Yang parahnya di dunia nerd ini, penganiayaan tidak terlihat dalam tataran fisik melainkan dalam mental dan rasa harga diri.

Lesson learn, if you found someone unqualified, cut it loose already, don’t waste your time and his/hers, show them where they need to improve, and wish them a good luck hoping we could work together in the future.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s