The bubble ….

Gw merasa gaji di dunia IT makin hari makin engga masuk akal. Kenaikan gaji 30% per tahun dan saya sedikit kaget kalau gaji IT disini lebih besar dari malaysia dan hampir sejajar dengan Singapura. Dari sisi orang-orang yang mengais rejeki dari kode binary ini oke dong. tapi ada beberapa hal yang menurut gw rada aneh.

Knowledge level
Knowledge level sekarang itu hampir sama atau bahkan lebih buruk dari jaman dahulu. Semakin lama semakin banyak orang-orang yang menhapal jurus daripada coba memahami. Ini berakibat dari interview terlihat ok pas harus kerja beneran butuh waktu lama atau bahkan engga bisa eksekusi sama sekali. Misalkan Mr X, dengan 5 halaman CV dan berhasil memukau HRD, ketika harus implementasi algoritma komparasi tanpa pakai library bingung bukan main, bukannya coba lihat buku atau tutorial tapi lebih baik ngebacot dan mencoba tasknya di matikan saja. Jaman dahulu ketika saya memulai karir, saya di bayar X rupiah, dan beliau ini saat ini dibayar 5X rupiah.

Hedonism
Lonjakan bayaran berakibat juga dengan lonjakan gaya hidup, Single tanpa tanggungan engga punya utang dan engga suka dugem berakibat duit menumpuk di rekening, makin menumpuk membuat bingung harus diapakan uang ini berakhir dengan beli rumah di pinggir jakarta tatau mobil baru. Sehari dua hari seneng terus sadar harus membayar rumah yang dia engga ingin tempati dan mobil yang mangkrak di parkiran kantor, dipakai juga paling maksimal kalau mau ke gym.

I am so happy about this. Our industry is a continuous learning environment and we got good salary for this. Tapi the bubble seems to almost to pop up. Startup dengan gaji dan fasilitas mewah mulai mengurangi dan menghentikan nerima pegawai baru, Beberapa konglomerasi yang coba2 icip2 bisnis IT udah mulai gulung tikar, antara susah dapat pegawai atau biaya produksi makin ga masuk akal.

Siapa yang dirugikan? bottom line pastinya. Gw lebih khawatir orang-orang yang dulunya dateng sebagai freshgraduate besar kepala sedikit, drop jatuh, terus non employment end up doing some stupid business atau tipu-tipu. Dan orang-orang yang dimanagement level tapi udah lupa technical end up jadi spesialis tukang teriak.

Anyway, it is better to prepare when the the bubble pop.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s