brew problem

gw dapet problem pas coba update brew, emang salah gw juga yang engga nyalain ni laptop hampir dua tahun

/usr/bin/ruby -e "$(curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/Homebrew/install/master/install)

inti dari command itu, ambil script pake curl terus jalanin tu script pake ruby.

On belajar dari nol

Tadinya gw ini tipikal yang mapping what employer need dan skill set yang gw punya. setelah beberapa lama, ini ok banget buat karir gw selama ini. sampai disatu titik… employer gw engga tau mau apa? tapi mereka merasa butuh gw. Jadi gw coba mapping2 lagi. hmm.. ini mulai abstrak, bukan fix some fuck up code, coder2 yang udah menghilang atau rejuvenate some very old but successful tech.

So here I am, feeling got paid big for doing nothing ( at least for the last 2 months). tapi .. tapi .. somehow gw baru sadar, mungkin selama ini otak gw itu tipikal tech banget. mulai dari programming language baru sampai teknologi big data terbaru. tapi masalah kompeni bukan soal teknologi. engineer yang jago banyak loh.

So I go with another approach. I come clean, blank my head, and wasting my time reinvent the wheel again. making the project becoming agile, the agile one such as this is stupid lets not doing this, not agile I am using tracker then I am agile.

The worst effect is I am so tired. doing some sports or fighting is not kick in anymore. but I found something else… physics !!. Somehow those books are really nice to read and to apply. the others is Calculus. after got three ( yes 3!) stars on my bachelor study, I find it is really interesting.

So my daily life:
– Hacking what ever for the company
– going home
– enjoy some physics or calculus.

oh yes, I am getting fatter again. shit. time to go swimming with my new knowledge of fluid.

on naik MRT

Kemaren gw coba naik MRT, dari kantor tinggal jalan kaki ke ratu plaza. Plan gw yaitu jalan kaki, terus mrt, terus naik busway terus jalan kaki ke rumah. begitulah ceritanya tapi tentu hasil akhirnya beda.

Hal yang menarik dari mrt bisa bayar pakai kartu pembayaran elektronik, which entah kenapa nyokap selalu ngasih itu dan dengan saldo yang wtf. jadilah ada duit yang engga mubazir.

turun kedalem MRT cukup dalem, gw pikir nyantai, kan nanti ada eskalator. gw turun, celingak celinguk, hmm.. bisa lumayan buat bantu nyebrang, karena di dalem lantai pertama gw bisa nyebrang jalan sudirman. ok lah.

masuk ke dalam keluarin kartu eletronik, bisa masuk. turun lagi, kereta udah kebuka. masuk.. eh ketemu bos vp engineering startup yang lagi hot banget. ngobrol2 bentar terus misah di BNI city.

plan gw yaitu dari HI, naik busway, terus pulang. keluar mrt, buset, eskalatornya belom jadi, males kali naik sepanjang itu. mau naik lift, terlalu gengsi kali yah. terus berpikir, masuk lagi ke bawah, naik sampai dukuh atas, liat lagi, eskalator udah jadi.

naik eskalator, terus cegat taksi. yah lumayan lah. begitu lah. haha ga jelas banget.

On taking a cab

Beberapa keadaan membuat gw lebih baik naik kendaraan di pagi hari. Dan dengan adanya ganjil genap hal itu memungkinkan yaitu bawa mobil atau naik taksi ke kantor.

Gw decide untuk naik taksi, biaya naik taksi dengan bayar parkir dikantor secara mengejutkan hampir sama. Ga sama2 banget tapi biaya parkir mendekati setengah dari biaya taksi. Dengan pertimbangan males nyetir dan males keluar parkir dengan para alay2.

Tapi sepertinya keputusan itu perlu berubah. Taksi kualitasnya makin buruk. Bukan buruk dari pelayanan ini sampai level nyetir aja tidak bisa. Seriusly gw pernah naik ke trotoar dan supirnya minta maaf aja engga.

So sekarang kombo antara taksi dan gojek, hojek buat pulang, taksi buat berangkat. Sepertinya juga taksi yang berputar di kawasan rumah sedikit lebih baik.

Kadang2 jangan lah bikin fitur ini itu kalau essensial services aja belom bisa. Itu bikin orang kabur engga sih?

ah politik

Keputusan gw buat stay di Indo tahun ini lupa menghitung kalau tahun depan itu tahun politik. Sebenarnya udah di itung sih, yah beberapa bulan kedepan engga apa2 yah, ternyata salah saudara, mulai memanas dan kacau nih. Semua berita ngarahnya ke dua kubu terus, mau dari olahraga sampai urusan agama. pusing.

On getting fat

Tiap kali gw cek berat badan gw yang segitu2 aja gw mulai bertanya apa yang terjadi sebenarnya? Gw bukan tipikal orang yg ‘body minded’ per se, tapi.. sepertinya kesehatan gw mulai terganggu. Dengan banyaknya atau cepetnya terkena wabah flu dikantor atau naik tangga yang harus ngos2an.

gym

Gw masih nge gym rutin. Cuma berenang dan lari. And I feel great, kadang2 pop in di BJJ class buat gulet dikit.

Food

Interesting enough, gw engga makan sebanyak dahulu. Kecuali ada acara social macem temen traktiran atau weekend dah stress.

So why?

Teori pertama adalah umur. Gw engga seaktif seperti dulu kala, gw engga drive my own car, gw jarang jalan kaki dan tiap lunch tinggal ganti lift doang.

Teori kedua adalah banyaknya binge eating, kalau kantor hectic tiba2 aja ada coklat dimeja gw haha.

Teori ketiga adalah soal resolusi gw tahun lalu soal gw bakalan lebih sosial dan sharing knowledge, ternyata minimal saya bersosialisasi dengan orang seminggu 2x dan end up di coffee shop atau ice cream.

Solusi

Ini sepertinya chicken and egg. Antara gw hentikan kebocoran atau percepat laju kendaraan saya. Atau mungkin keduanya(yeah right). Which one to choose.

The bubble ….

Gw merasa gaji di dunia IT makin hari makin engga masuk akal. Kenaikan gaji 30% per tahun dan saya sedikit kaget kalau gaji IT disini lebih besar dari malaysia dan hampir sejajar dengan Singapura. Dari sisi orang-orang yang mengais rejeki dari kode binary ini oke dong. tapi ada beberapa hal yang menurut gw rada aneh.

Knowledge level
Knowledge level sekarang itu hampir sama atau bahkan lebih buruk dari jaman dahulu. Semakin lama semakin banyak orang-orang yang menhapal jurus daripada coba memahami. Ini berakibat dari interview terlihat ok pas harus kerja beneran butuh waktu lama atau bahkan engga bisa eksekusi sama sekali. Misalkan Mr X, dengan 5 halaman CV dan berhasil memukau HRD, ketika harus implementasi algoritma komparasi tanpa pakai library bingung bukan main, bukannya coba lihat buku atau tutorial tapi lebih baik ngebacot dan mencoba tasknya di matikan saja. Jaman dahulu ketika saya memulai karir, saya di bayar X rupiah, dan beliau ini saat ini dibayar 5X rupiah.

Hedonism
Lonjakan bayaran berakibat juga dengan lonjakan gaya hidup, Single tanpa tanggungan engga punya utang dan engga suka dugem berakibat duit menumpuk di rekening, makin menumpuk membuat bingung harus diapakan uang ini berakhir dengan beli rumah di pinggir jakarta tatau mobil baru. Sehari dua hari seneng terus sadar harus membayar rumah yang dia engga ingin tempati dan mobil yang mangkrak di parkiran kantor, dipakai juga paling maksimal kalau mau ke gym.

I am so happy about this. Our industry is a continuous learning environment and we got good salary for this. Tapi the bubble seems to almost to pop up. Startup dengan gaji dan fasilitas mewah mulai mengurangi dan menghentikan nerima pegawai baru, Beberapa konglomerasi yang coba2 icip2 bisnis IT udah mulai gulung tikar, antara susah dapat pegawai atau biaya produksi makin ga masuk akal.

Siapa yang dirugikan? bottom line pastinya. Gw lebih khawatir orang-orang yang dulunya dateng sebagai freshgraduate besar kepala sedikit, drop jatuh, terus non employment end up doing some stupid business atau tipu-tipu. Dan orang-orang yang dimanagement level tapi udah lupa technical end up jadi spesialis tukang teriak.

Anyway, it is better to prepare when the the bubble pop.