On hierachy

So so anyway busway gw sama istri gw decided buat keluar dari klub bjj yang telah kita ikuti sekitar 3 or 4 months. Sebenarnya asik sih. Learn alot and having fun tapi beberapa kejadian membuat kita memicingkan kepala dan dalam hati ‘WTF’ ?

The white belt

Di bjj sabuk itu ada putih, biru, ungu, coklat terus item. Menurut teori mr miyagi sabuk itu buat nahan celana, buat di gym itu seperti gw bos lu atau lebih parahnya gw beda sama lu, lu engga belong to here.

Di kelas kan ada 2 tipe mats. Yg gw yakin pembelian pertama karena yg beli cheap bastard yang kedua ini lebih kinds friendly dan lebih empuk. 2 mats ini warna beda, satu hijau satu biru.somehow somewhat yah.. para sabuk putih end up di hijau para ‘bos’ di biru.

Ga notice ini awalnya tapi ada kejadian.. gw sama istri gw doang yg putih. Dan kita stay di hijau.. and u know what.. only us di hijau. Weird..

Being white juga berarti kalau ada foto group lu yang paling belakang. Bukan gw banci foto atau gimana. Tapi di atur bo. Hitam terus coklat terus ungu terus para putih di belakang. Oh juga gw udah bilang engga kalau fotonya itu harus bentuk segitiga?

Being white juga means kalau bos lu udah hampir kalah, dia bakalan stop terus bilang lu tekniknya salah harusnya begini dan begitu. In the middle of rolling.

This snobbish we are the best

Dari dulu gw anti chauvinisme dari jaman kuliah, kerja, sekarang gym. Ada yang aneh dikit.. mundur .. mundur dan run. Bjj guys thinks they can beat everybody. Seriousan ini. Pake arm bar terus choke jangan lupa guard ini dan itu. Humbleness pratically not there.

Last this

The price. Bayar $90 per person per month buat akses ke something yang lu bisa liat di youtube it is ridiculous. Seriously ridiculous. The teaching are so so, buat orang ga fleksibel kayak gw mampus lah. Beda gerakan dikit stop stop.. seharus gini, cuma kalau gini ankle gw mungkin cedera lagi engga terpikirkan juga.

In conclusion.. cukup lah di keluarga dan kantor ada hierarchy. Batas toleransi saya cuma segitu aja.

Hmm.. hmmm.. lanjut atau find another gym?

On tired

Gw kkan kerja setiap hari cuma sekitar around 8 jam sehari. Dibandingkan dengan masa2 bekerja di samsung yang sekirabya around 15 jam sehari itu mah engga ada apa2nya.

Tapi tapi.. why the f* I am so tired right now?. Banyak yang bisa jadi pertimbangan umpamanya..

1. Those so f* meeting: anjing lah gw engga tau lu ngomong apa, satu belum selesai ini nambah lagi satu.

2. Ga pacing my self. Jaman di samsung.. jam 8 ngantor.. nongkrong dulu buat breakfast, jam 9 masuk. Team meeting 30 menit terus kerja. Jam 12 lunch di kafetaria terus muter2 komplek sampai setengah 2. Terus kerja sampe jam 6 terus dinner lanjut kerja, terus jam 8 mini break. Sampai jam 10 11 balik. Balik tidur. And I am not that tired. Sekarang.. wuzz wuzz wuzz.. wtf wuzz wuzz.

3. Mang dah tua. Sepertinya salah satu faktor juga.

4. These atupid extreme sport. Kemaren lutut cendera, terus jari ikutan cedera sekarang bahu gw feel like shit. Masih perlu engga sih ikutan kayak beginian?

5. Emotional roller coaster. Some people are shit. Pure shit and nothing else.

In some retrospective … yah perlu pacing sama jaga kesehatan. Pulang kerumah itu drain mental dan fisik abis.

German update

Somehow and somewhat I am still in B2 level. Not a good one but not bad lah. Viellaicht muss ich mehr mit andrere leute Deutsch zu sprechen. Aber bin Ich ein angst haben, dass ich die wort nicht kenne.

Ach quatsch, soll ich viele reden machen.

Pseudoscience

Hal paling mudah buat decide bidang kerja lu adalah pseudoscience dengan coba experiment.. kalau anak lulusan sma bisa engga ngelakuin kerjaan gw sekarang?

Another things adalah dengan coba detect kalau posisi gw engga ada, apakah akan berpengaruh besar dengan perusahaan?

Gw rada kesel dengan so called job classification. Some stupid consultant classify our jobs as this and that. In the end I am the one who fix the mess.

So called pseudoscience..

the so called stupid fight

gw rada enggan kalau ada yang bahas soal politik atau ekonomi. salah satu alasannya ya itu.. bukan bidang saya pak.  tapi.. untuk 2 bidang itu.. waduh, sepertinya semua orang adalah maestro di bidang itu, lebih jago lah dari pada komentator bola yang sering muncul di TV.

lebih bodoh lagi dari diskusi ini berubah jadi perang dingin. “setan, si X ternyata pendukung partai Z”, “bah kalau tau lu dari dulu bid’ah ga bakalan gw bantuin lu”, begitulah sekelumit ngedumel dari curhatan sebagian sahabat.

komentar gw biasanya begini.. itu temen lu, nyata, ada , nongol kalo kalo lu lagi sial. partai, presiden pilihan lu kagak bakalan ada. dan biasanya jawaban antara bener juga, atau emang lu dari dulu apatis sama beginian.ya sudah.. does not bother at all.

teringat ucapan dari guru jaman dulu, badai sebrang pulau terlihat, gajah depan mata tak terlihat. atau tontonan jangan lah jadi tuntunan. kalau ada orang debat kusir di TV sebaiknya jangan lah di tiru juga, seperti tayangan X factor, “do not do this at home”.

karena saya habis minum antibiotik buat pilek sial ini. pikiran gw merantau entah sampai mana. sampai pada akhirnya.. “mungkin engga sih?, masalah utama kita adalah kurangnya kerjaan?”, melihat kantoran2 di sudirman ini, ada beberapa hal.. yang gw pikir.. “ini serius harus sarjana buat beginian?”, katakanlah urus2 jadwal keluar kantor atau urus2 pameran terus bagi2 pamflet.

not that I said you do not need a brain for that, bahkan nafas pun butuh otak lah. tapi.. buat angkat semut harus ngegym angkat 50 kg selama 4 tahun?, atau sebenarnya 4 tahun itu hanya cukup untuk angkat semut?

in some say, I believe people are evolving. bukan karena si A talented makanya bisa itu.. tapi karena lu di paksa buat evolve and you survive. dengan kata lagi engga crying baby dan berharap orang tua akan menyelamatkan dengan duit. banyak perusahaan MNC besar itu harus mulai dari bawah. dari posisi MT terus naik dan naik. perusahaan cupu2 biasanya cuma butuh orang skill X dan terus hire skill X dan we have a dead end job.

ngalor ngidul etc, inti dari tulisan ini, daripada lu sibuk neggosip dan berantem buat hal2 yang engga jelas. get a real job lah, dan push yourself to the limit.” I am intellectual person, is my right to have opinion about this and that”, true, dan gw juga punya hak untuk pake VGA gw buat mining bitcoin. but WTF dude.

On the surface

Untuk beberapa hal gw tipikal orang yang fokus lebih baik bagus di satu hal daripada medioker di segala bidang. Dan ini adalah hal yang terjadi dengan saya beberapa tahun terakhir.

Karena tuntu(t/n)an kerjaan, mulai berlatih untuk ambil satu bidang dan lets see ini bisa kemana. Beberapa bulan projek di stop dan berganti ke hal yang lain.

Sampai saya sadar, shit lah kalau begini gw bakalan engga lebih baik dari fresh graduate atau bahkan dari anak2 sma yang ikutan bootcamp. Jadilah saya belajar lebih pada teori daripada gaya klak klik dan library ini dan itu.

Di satu sisi saya jadi engga ngerti sama sekali tentang satu bidang. Tapi ini sepertinya keuntungan juga. Saya jadi terbiasa bilang apa untungnya buat gw kalau gw mau ini dan itu? Apakah ini akan solve masalah saya yang hadapi.

Berevolusi dari belajar terus jawab pertanyaan dan berubah menjadi dari pertanyaan lalu lanjut ke explorasi solusi.

Jangan lah jadi spesialis karena anda cuma tahu satu bidang aja. Jadi spesialis karena anda menghabiskan waktu dan upaya untuk memahami lebih dalam dari yang anda hadapi.

Bingung dengan orang2 yang membiasakan pake lib atau tools ini itu lalu pertanyaan basic tidak terjawab. Apakah skill kamu sebegitu rendahnya sampai tidak percaya diri kalau kamu mampu berdiri diatas kaki sendiri?

Dan iya, saya lagi under medication. Pilek berat dan gw perlu take strong medicine. Haha.

about knowing and executing

melakukan hal yang baru di dunia yang baru, membuat gw harus mulai belajar dari nol lagi. hal2 yang dianggap kecil oleh para suhu, sepertinya itu hal yang mustahil buat para newbie. gw sekarang lagi mulai belajar tentang A. buat permulaan, gw ambil semua buku tentang A, baca satu2 dan ulangi lagi. ketika hari H nya.. eh gw tau harus begini dan begitu, tapi apa daya.. stamina kurang terus harus giving up.

lihat dan ngobrol dengan sekitar, penuh dengan teori ini terus itu terus ini lagi. yes that I know exactly. tapi execution is really hard.

jadi teringat dengan profesi saya sekarang, on daily basis it feels like playing games all day long, with high andrenaline rush. kadang2 berpikir, anjrit dibayar segini buat ginian doang, kan anak baru lulus kuliah bisa beginian, tinggal gambar ini dan itu terus bullshit ini dan itu.

sepertinya tidak sodara2. dan saya mulai paham sekarang. sekian

High auf Deutsch

Ich bin jetzt krank. Ich habe ein bisschen griffe und laufende nase. Früher habe Ich eine Medikamente genommen aber super, bin Ich mehr krank als diese Morgen. Heute Morgen sollte Ich eine BJJ Kampf gemacht, aber meine Frau denkt dass wir nicht ins Gym gehen. Sie hat ein bisschen angst mit dem leute darin.

Ich weisst nicht, was ich schreiben soll.  Aber, denkt auf Deutsch, es ist erfrischend. I werde der nächste brief in Deutsch schreiben.