scalability

another ide nyeleneh dari gw, gw pikir yah agama( especially yg gede2), punya masalah scalability yang serius parah. misalkan aja yah.. haji.. itu mesjid udah di gedein berkali-kali, padangnya di eruk2, masih aja ada masalah over kapasitas.

emang sih di akalin dengan quota ini itu, tapi yah.. quotanya makin panjang euy, sekarang sentuh berapa? 7 th kalo engga salah.

mungkin engga yah.. kalau dalam setahun itu.. haji 3-4x, terus idul fitri juga sama. dengan begini kan yah.. tingkat kecelakaan sampai meninggal bisa di turunin drastis.

bisa dipenggal gw ngomongin beginian. haha

arogan

meminta orang untuk engga sholat id dan segala upacaranya itu arogan.
meminta orang engga natalan karena hari jumat juga arogan.
toleransi bukan berarti mematuhi nafsu kebinatangan kamu.
sampai kapan arogansi agama membantah supremasi hukum negara?
atau apakah kita pernah punya supremasi hukum?

Snap

Kemaren gw marah. Haha akhirnya meledak juga. Antara kombinasi puasa dan ketidakbecusan orang buat kerja simple yang bener.

Masalah spele aja. Gw udah booking ruangan. Diserobot.. rather than say sorry it just ask me to use another room. Wtf bener sih.

So anyhow.. itu bukan hal bener. Seharusnya gw bisa compose myself better. But something needs to be change at the office

PSSI

ibaratnya yah.. kalau ada lumbung yg isinya banyak tikus, mungkin lebih baik tikusnya dikeluarin dulu terus baru digebukin. janganlah lumbung sekalian dibakar, kasihan ada yang lain yang cari makan halal di lumbung tersebut.

sekarang lumbungnya dibakar, tikusnya pindah ke lumbung yang lain, yang lain non tikus main tarkam, terus cedera terus karir tamat. betapa kejinya para petani dan penggarap pekebunan dan persawahan kita kali ini.

mudah-mudahan cepat tobat.

Bising

Yet another stupid question, gw yg aneh atau dunia makin bising aja sekarang? Bising bukan literary sound aja kali yah. Social media.. makan hari ini di foto, communicator kantor.. gw satu group ada masalah apa di broadcast, family .. quote2 pengajian di broadcast.

Not saying its wrong or anything.. tapi apa itu emang penting? Apakah masih ada yang menyimak? Sepertinya kita terlalu selfish, me this me that dan lupa untuk merenung sejenak memahami orang lain.

Bye2 whatsoever IM, social media for now.

Satu lagi.. kita semua ngomong big data. Process transaksi, konversasi yg banyak. Mungkin engga sih dari data yg sebanyak itu most of it a nonsense, the real information beneath all of those trash?