on enemy

gw sebisa mungkin untuk menghindari konflik, lu mau maki2 gw, yo wes I ‘ ll be quite, lu mau bad mouth gw behind my back.. yah silahkan aja, I do have more weapons to throw loh, cuma yah monggoo aja.

ada satu konversasi dengan salah satu non performing employee in the company.. ” gw susah konsentrasi.. banyak yang benci gw di kantor”, ya iyalah banyak yang benci lu, kerjaan lu seadanya.. pas di minta kasih effort sedikit malah kabur terus minta nilai lebih pula.  back to topic.. kalau gw harus peduli dengan orang2 yg ga suka gw.. men.. udah masuk rumah sakit jiwa dari dulu.

musuh bisa dateng dari 2 sisi, satu sisi lu doing a great job, ada yg iri.. jadi musuh.. atau lu doing shitty job… jadi musuh juga. buat gw sih.. gw prefer punya musuh versi pertama, at least di keadaan seperti begini.. ada lah minimal satu -dua orang yang bakalan bantu. yang terakhir..biasanya yang bantu under performer juga.

dulu ada yang cerita begini, ketika lu menunjuk, coba dilihat 4 jari lain itu mengarah kemana. kita mudah menyalah kan seseorang.. gara2 lu gw begini, tapi kalau lu periksa kedalem.. most of it its our own fault. ga bisa adaptasi, ga mau bergaul and play the game or you just being arrogant and think you are better than any other people in the room.

On standard

Gw percaya loyality build with trust. Biar orang bisa percaya.. trust itu dibangun dengan interaksi terus menerus dengan hasil yang sama. Kalau kata orang komputer harus deterministics.

Kita as human.. on daily basis .. pengen something yang pick something and just relax.. like an old movie we’ve watching again and again..i know this will happen after that and that.

Moving ke negara asing juga gitu. Begitu banyak yang harus di adapt. Tapi kalau udah lihat something yang kita familiar.. rada2 feels at home little bit.

Untuk brand gede macem mcd or kfc.. ini yang kita dapat dari mereka, lufthansa juga menarik untuk disimak. Yang rada2 berantakan itu merek2 indo macem lion air, es teler 77, bakso atau perusahaan konsultannya.

Sepertinya masih tergantung pada human factor. Kalau yg handle human nya bagus.. hasilnya bagus. Ya iyalah.. tapi .. merek2 luar.. mereka srpertinya punya sistem yang bagus kalau ada orang di posisi x dia sudah pasti deliver y dengan kualitas z. Indo baru sampai tahap yang penting jabatan ke isi dulu.

Mungkin kita harus mulai fokus pada process, quantitative outcome dan audit kali yah. Budaya copy paste juga harus di say good bye.

merdeka

besok 17-an, engga sangka udah 70 tahun yah. mudah-mudahan indonesia bisa lebih baik lagi dimasa datang.

ada berapa hal menarik sebelum 17-an:

  • attribut PKI di jateng: for god sake perang dingin udah usai, yg pake atribute PKI mah orang cari perhatian dan engga pernah baca sejarah.
  • konvoi harley di yogya: jujur yah.. kalo di compare sama konvoi SOTR atau konvoi geng motor atau konvoi FPI, yg ini jauh lebih tertib dan less incident, tapi booming banget yah.. seperti semua orang yg punya harley penjahat. hmm.. jealousy perhaps?
  • merdeka karena perjuangan bersenjata : hahaha cek again your fact dude, especially 43-45 dan 51.
  • pidato presiden : damm.. everything seems fine yah. di daerah2 pabrik perusahaan udah kabur2an dan orang ngantre biar jadi pengemudi ojek.

was noch?

update windows

update ke windows demi reader buku yang lebih aduhai, dan chaos lah yang terjadi. mouse saya suka jalan2 sendiri dan sentuhan scroll berakibat file di delete.

ah windows.. kenapa kamu sangat mengecewakan, nice books reader btw, best experience I ever had.

On training

Engga latihan jadi menggendut, latihan jadi imunitas badan berkurang. Saya menolak untuk minum suplemen whatsoever juga, tubuh punya cara sendiri untuk bekerja optimal, memasukan suplemen yg tidak perlu dan berkesan coba2 seperti mendeklarasi racun masuk ke tubuh kita.

Beda dengan obat. Sakit adalah mekanisme tubuh memberitahu kita something wrong and I cant handle it alone. Jadi wajar kalau minum obat dan di administer sama dokter kompeten.

Perlu cari titik tubuh ok dengan latihan dan efek latihan masih terasa.