Lebaran Kali Ini

Udah 2 kali lebaran minimalis, dulu awalnya gw suka, THR minimalis cuy, sekarang udah sendirian THR jebol juga haha. Ini berat, makin hari makin berat, orang-orang bakalan crack sebentar lagi. Ini gw yakin untuk hipotesa kali ini, kemungkinan tempat umum bakalan rame gila.

Dalam keadaan minimalis ini, gw bersukur:
– Ponakan gw makin gede, makin lucu, makin banyak ulah.
– Belom kena ni penyakit juga, walaupun angka dan ratio makin menjadi2.
– Masih bisa kasih orang THR.
– Parents still the same like I know for the last 35 years.

Yg bikin gw bete lately:
– Shitty code, shitty pipeline, shitty people. Project baru, saatnya bongkar2 dan maki2 lagi, sialnya ini deket lebaran.
– 3.5% !!, haha disukurin aja lah, project gw 85% traffic, plus semua buffer and load balancing buat backend yg cupu. tapi 3.5% haha
– Pemanas air rusak, udah bulukan kali tu yg lama, emang perlu diganti.
– Jakarta macet lagi cuy. Gila ini.

Sekian ranting hari ini.

Tentang Industri Penyakitan Satu Ini

Kadang2 gw eneg dengan industri IT, challengenya OK yah, cuma para oportunistics useless person who thinks you can get by just by attending uni or bootcamp. Shame lah. Sekarang susah nyari orang yang beres, yang ada para penghapal pattern dan interview. Kaya burung beo, pattern this dan that.. kalau shit hit the fan.. palingan ilang.

Buat yang masih baru atau berpikir masuk dunia industri ini, start showing your work !!, jangan terlalu banyak kena teori ini dan itu, biar aja semuanya nge-flow. misal oh gw buat ini, eh ternyata butuh ini, selesai .. coba di check ada cara lebih baik atau engga?. Just keep deploying.

Gw udah engga percaya dengan uni dan bootcamp. Mereka itu mah institusi bisnis daripada institusi pendidikan. Uni X misalnya.. menjejalin mahasiswa dengan bahasa X,Y,Z dan design A,B,C.. dengan maksud dan cuma itu maksudnya .. terlihat ok di interview. Sepertinya kampus ini north star guidenya jumlah orang yang engga nganggur aja pas lulus. Mengingat tipikal orang yang masuk sana, gw engga bisa nyalahin sih. Bootcamp? totally garbage. Kalau serius mau masuk industri ini, mending ambil buku yang ok, cari mentor dan mulai ship your work. Beda yah kalau dapet papa mama scholarship atau duit mana aja yang lu ga earn it at all, suka2 lu aja lah.

Gw masih suka industri ini, the challenge, the adrenaline rush, the constant create magic, the touch of human life. tapi .. ya itu ada gula ada semut, sekarang semutnya mulutnya ganas2, kerja ga bisa. Kumpulin artikel terus claim punya lu atau ide lu lah sana.

Ich bin mude.

Berulang

Kejadian berulang karena kita tidak pernah diam sejenak untuk belajar. Berfikir dan bertanya apa yang perlu kita lakukan untuk memastikan ini tidak berulang lagi. Sayang, waktu untuk belajar hanya habis untuk mencaci maki dan berdebat demi ego, bukan untuk kesepahaman.

Dari gw kecil sampai sekarang, dibulan puasa selalu terjadi debat tidak berfaedah, perlukah tempat makanan ditutup ketika bulan puasa? kejadian diawali dengan razia kasar kepada pedagang kecil, lalu terjadi debat kusir dimedia(tv/koran/internet) berakhir dengan hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi dan juga tempat makanan di mall2 mewah kenapa tidak kena razia juga?, berdamai, dan kita ulangi lagi tahun depan.

Pertama itu aneh, kedua mungkin masih masa belajar dan ketiga dan selanjutnya, menyerah karena sepertinya orang-orang di negara ini punya masalah amnesia untuk hal-hal penting dan ingatan super kuat untuk hal-hal trivial.

Manusia ketika ada didalam suatu kelompok, cara berpikirnya sama dengan orang terbodoh didalam kelompok itu, kata dosen saya dulu. Dengan populasi yang padat, pendidikan yang penting nilai tinggi tanpa proses, sangatlah mudah untuk melakukan pembodohan massal. Keinginan bawah terinduksi ke tetangga terdekat, terinduksi lagi dan ketika cukup besar, cukup untuk digunakan menjadi platform politikus mencari kursi.

berputar, berputar tanpa ada keinginan untuk keluar dari lingkaran setan ini.

Gw dan Inkosistensi

Engga sadar kalau meja samping tempat tidur gw udah numpuk lagi, dulu yah rencananya macem begini:
– ada buku baru
– gw taro di samping tempat tidur
– gw baca tiap mau tidur
– kalau udah selesai, taruh buku di rak atau di peti buku

Rencana cuma rencana, ternyata yang ada tu buku numpuk aja terus. Beli buku terus jalan dan jarang ada yang sampai selesai. Beberapa hal yang membuat gw begini gara2 attention span gw yang rendah dan seringnya hilang minat di tengah jalan.

Attention span gw emang lumayan kacau, kalau engga dipaksain mungkin engga ada yang bisa selesai sama sekali. Baru pegang buku, eh kepikiran itu conference yg ono belum gw nonton, terus di tengah video, gw kepikiran ‘kalo gw buat begini dan begitu kayaknya lucu juga’, terus ke komputer, ditengah jalan tiba2 browsing musik2 jadul atau album terbaru. repeat again tomorrow.

Kalau soal hilang minat, harus diakui lah kadang2 buku sering nambah2in bab yang sebenarnya tidaklah perlu sama sekali. masa buku computer security perlu ngasih table sejarah transistor, hadeh, males baca terus tumpuk. Yang lebih bikin kesel lagi kalau ada typo!, jadi engga minat lagi bacanya. Should have a better acceptance.

So next what? mulai konsisten kali yah, dimulai dengan nulis disini lebih sering gitu? haha. Ada beberapa hal yang pengen gw coba, misal doing the same stuff at the same hour, mirip2 kayak anak sekolahan gitu. Kasih target realistis kalau ngapa2in, misal baca tentang X, niat gw buat X ini apa? hobby, iseng, pro or expert in the field? dari situ gw bisa tentuin baca sejauh mana dan kapan ini bisa di peti-kan.

Damm, gw kangen berenang, hampir setaon engga berenang, mau coba lari,tapi kan kaki gw emang bermasalah. seharusnya jalan cepet aja sih. Terus males kena matahari. haha.

Stay safe, stay healthy.

Seems everything almost back to normal

Been going out the house lately, for .. some clinic visit and family related stuff. The thing I found out is that the traffic seems almost back to normal. The ‘klakson’ the yelling and stupid public transport ‘ngetem’ seem become a common again.

So is it a good sign? perhaps, the number are down, the economic needs to be jumpstrarted again. People need to find a way to get food and medicine back to their home table.

I was hoping this will near the end. But it is just my asumption, when we see the ratio, it is still bleak. I am guessing there are some ‘asal bapak senang’ is happening in the background. Especially in area that should and have to have a lot of numbers.

stay safe, stay healthy.

Bootcamp again

Problem with coding/data/design bootcamp:
1. They see the student not as a person, rather some kind of bond financial instrument.
2. They do not select the student, why? see no 1.
3. They will get paid, even tough the student failed to pay. Debt collector will be in action.

This is worse than Ponzi, MLM, Ghoib stuff. Should I start teaching people again?

Privilege

Bisa kerja dari rumah, gaji full plus bonus and perks itu privilege banget. Sayang banyak yang sia-sia-in kesempatan yang udah dikasih.

Meskipun gw ini bandel, tapi gw tetep murni dan konsekuen dengan kerjaan gw. Meeting dateng on time, semua deliverable yg gw janjiin bisa di deploy pada waktunya.

Sayang gw lihat beberapa orang rada2 brengsek. Terlihat kerjanya kurang baik, ga prepare sebelum meeting atau cuma jadi pengembira didalam tim.

Mungkin orang2 ini perlu sekali2 ngerasain dateng kerja terus was2 apakah gw kena virus apa engga hari ini? Apa gw harus naik kereta ke tengah kota berdesakan dengan orang2 lain yang dipaksa masuk ke kantor.

Gw ga pernah minta banyak, cuma lakuin yg lu tulis, tulis yg lu lakuin. Ga perlu extra effort jadi superman master of the universe selama pandemi.

Gw cape sama orang2 yg ga pull their own weight.

Burn

Beberapa minggu terakhir serasa agak2 demam, takut jangan2 kena corona, tapi kan gw ketemu orang minimalis dan terakhir kontak sama orang non keluarga inti itu 4 minggu lalu haha. Pikir2 lagi beberapa minggu terakhir rada2 roller coaster, gw stress liat incompetence dan orang sotoy, entah emosi gw naik dan berakibat fisik gw kena juga.

Gw harus belajar buat deteksi kalau emosi gw lagi ga stabil dan decompress, jangan sampe engga terkendali dan sakit, mana RS lagi pada kolaps pula. Sama mungkin filter ras gw harus diaktivasi lagi, beberapa minggu terakhir orang2 ras tertentu berkelakuan mirip dengan stereotipnya.

fragment of my past

Waktu kecil, sering kali gw diajak bokap/ nyokap ke kantornya. Antara kita punya acara tertentu setelah jam kantor atau memang gw lagi nyari duit jajan tambahan dengan melakukan hal2 yang berbau komputer. kalau dahulu, jualan gw itu lotus123 atau excel. Biasanya bantu entry data dan membuat rumus summarize dibelakang atau mungkin cuma perbaiki hal2 yang perlu diupdate.

Dimasa-masa itu, saya berkenalan dengan kolega bokap atau nyokap. Engga dekat, cuma saling sapa atau mengajarkan trik2 tertentu saja. Kadang-kadang saya dibelikan komik dari stand majalah terdekat, selalu misurind, komik amerika, mungkin mereka pikir gambarnya lebih bagus dari komik elex yang tidak berwarna dan gambar terlihat asal.

Masa pandemi ini sulit bagi saya, satu demi satu kolega bokap meninggal. Percakapan ketika ke rumah orangtua selalu antara siapa yang jadi korban minggu ini. Kita menyalahkan pemerintah yang tidak tegas diawal2, tapi kita selalu tahu.. dunia demokrasi, pemerintah yang terbentuk adalah representasi dari keinginan mayoritas penduduk, dan tentu pemerintah beberapa kali mendengarkan permintaan dari konstituennya.

Gw selalu bilang ke bokap untuk pensiun saja, rumah pensiun sudah ada, cucu2 lagi dimasa lucu2nya, dan banyak kegiatan yang belum bokap lakukan misal berkebun atau menulis buku yang sudah puluhan tahun tidak pernah terwujud. Awalnya mau mendegarkan dengan tidak berpraktek selama sebulan, tapi keadaan yang mendesak dan pandemi yang mengganas membuat para senior kembali turun ke arena.

Sayang…, pandemi makin mengila dengan orang2 mulai abai dan kembali egois. Mau nongkrong, mau liburan dan mau bersosialisasi. Angka melejit, dan kembali kolega2 bokap menjadi korban. Gw selalu berpikir kalau gw itu orang yang logis, tapi ternyata tidak…. Tertular penyakit adalah konsekuensi logis dari profesi kesehatan, mulai dari hitungan bulan, kehitungan hari, adanya kabar X,Y,Z meninggal, membuat gw emosional. Gw benci orang2 yang memutuskan liburan, gw benci orang2 mengadakan seminar offline, gw benci orang2 mengadakan acara dimungkinkannya interaksi dengan orang2 terkontaminasi.

Dengan angka seperti ini, gw takut kalau nanti bukan cuma kolega orangtua yang meninggal, mungkin gw harus menguburkan keluarga gw sendiri. Penyakit dimulai dari dari jauh sebrang benua, masuk ke pulau sebrang, mengetuk ruang kerja keluarga dan sekarang mungkin sudah didepan mata, cuma takdir saja membatasi kita terkena atau tidak.

Semoga kita selamat dari pandemi ini.